PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Yati Octavia, S.Pd
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
PERTUMBUHAN EKONOMI
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan peserta didik dapat menganalisis
konsep pertumbuhan ekonomi serta permasalahan dan cara mengatasinya, terampil
dalam menyajikan hasil temuan permasalahan pertumbuhan ekonomi, serta cara
mengatasinya. Dengan demikian, akan terbentuk sikap kritis, kreatif, jujur, dan
bertanggung jawab.
B. Uraian Materi
1. Definisi Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu
negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode
tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan
kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan
pendapatan nasional.
Sedangkan Simon Kuznets menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah
keadaan dimana suatu negara mampu meningkatkan output (hasil produksi
ekonomi) berdasarkan kemajuan teknologi yang diiringi dengan penyesuaian
ideologi. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan
pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi
menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah
perekonomian dalam selang waktu tertentu. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan
ekonomi, maka semakin cepat proses pertambahan output wilayah, sehingga
prospek perkembangan wilayah semakin baik. Dengan diketahuinya sumbersumber pertumbuhan ekonomi, akan dapat ditentukan sektor prioritas
pembangunan.
Hal ini menunjukkan adanya tiga komponen yang berkaitan satu sama lain dalam
meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yaitu peningkatan produksi negara,
kemajuan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, dan penyesuaian ideologi
yang terbuka dalam menerima teknologi baru.
2. Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori dibangun berdasarkan pengalaman empiris, sehingga teori dapat dijadikan
sebagai dasar untuk memprediksi dan membuat suatu kebijakan. Terdapat
beberapa teori yang dikemukakan beberapa ahli untuk mengungkapkan konsep
pertumbuhan ekonomi, secara umum teori tersebut sebagai berikut.
a. Teori Klasik :
1) Adam Smith
Teori Adam Smith
beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi sebenarnya
bertumpu pada adanya pertambahan penduduk. Dengan adanya
pertambahan penduduk maka akan terdapat pertambahan output atau
hasil. Teori Adam Smith ini tertuang dalam bukunya yang berjudul An
Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
2) David Richardo
Ricardo
berpendapat bahwa faktor pertumbuhan penduduk yang semakin
besar sampai menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan
jumlah tenaga kerja melimpah. Kelebihan tenaga kerja akan mengakibatkan
upah menjadi turun. Upah tersebut hanya dapat digunakan untuk
membiayai taraf hidup minimum sehingga perekonomian akan mengalami
kemandegan (stationary state). Teori David Ricardo ini dituangkan dalam
bukunya yang berjudul The Principles of Political and Taxation.
b. Teori Neo Klasik
1) Teori Joseph Schumpeter
Pertumbuhan ekonomi suatu negara terjadi jika para pengusaha
mengadakan inovasi dan mampu mengadakan kombinasi baru atas
investasinya atau proses produksinya
2) Teori Robert M. Solow
Robert Solow
berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan
rangkaian kegiatan yang bersumber pada manusia, akumulasi modal,
pemakaian teknologi modern dan hasil atau output. Adapun pertumbuhan
penduduk dapat berdampak positif dan dapat berdampak negatif. Oleh
karenanya, menurut Robert Solow, pertambahan penduduk harus
dimanfaatkan sebagai sumber daya yang positif.
3) Teori Harrord Domar
Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif karena
pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan .modal tersebut. Teori ini juga membahas tentang pendapatan nasional dan
kesempatan kerja
c. Teori Historis
1) Teori Friederich List
Menurut Friendrich List, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dilihat dari
teknik produksi sebagai sumber penghidupan. Tahapan terdiri dari:
a) Masa berburu dan mengembara
b) Masa berternak dan bertani
c) Masa bertani dan kerajinan
d) Masa industri dan perdagangan.
2) Teori Bruno Hildebrand
Perkembangan ekonomi ditinjau dari cara pertukaran yang digunakan
dalam masyarakat. Tahapan terdiri dari:
a) Masa pertukaran dengan barter (natura)
b) Masa pertukaran dengan uang
c) Masa pertukaran dengan kredit.
3) Teori Karl Bucher
Perkembangan ekonomi ditinjau dari jarak antara produsen dengan
konsumen. Tahapan ini terdiri dari:
a) Rumah tangga tertutup
b) Rumah tangga kota
c) Rumah tangga bangsa
d) Rumah tangga dunia
4) Teori Warner Sombart
a) Zaman Perekonomian Tertutup
Pada masa ini, semua kegiatan manusia hanya semata-mata untuk
memenuhi kebutuhannya sendiri. Individu atau masyarakat bertindak
sebagai produsen sekaligus konsumen sehingga tidak terjadi pertukaran
barang atau jasa.
b) Zaman Kerajinan dan Pertukangan
Pada masa ini, kebutuhan manusia semakin meningkat, baik secara
kuantitatif maupun secara kualitatif akibat perkembangan peradaban.
Peningkatan kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi sendiri, sehingga
diperlukan pembagian kerja yang sesuai dengan keahlian masing-masing.
Pembagian kerja ini menimbulkan pertukaran barang dan jasa. Pertukaran
barang dan jasa pada masa ini belum didasari oleh tujuan untuk mencari
keuntungan, namun semata-mata untuk saling memenuhi kebutuhan.
Masa kerajinan dan pertukangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
• Meningkatnya kebutuhan manusia
• Adanya pembagian tugas sesuai dengan keahlian
• Timbulnya pertukaran barang dan jasa
• Pertukaran belum didasari profit motive
c) Zaman Kapitalis.
Bibit-bibit kapitalis sudah mulai muncul dalam kegiatan perekonomian.
Kaum kapitalis sudah mulai menguasai organisasi perekonomian:
(1) Zaman Kapitalis Purba
Ditandai oleh ciri-ciri:
• perekonomian dilakukan untuk mencukupi kebutuhan
hidup sendiri;
• hubungan masyarkat bersifat kekeluargaan dan terikat
adat istiadat;
• kehidupan ekonomi masih bersifat statis
• kehidupan ekonomi tergantung sektor pertanian.
(2) Zaman Kapitalis Madya (Fruh Kapitalis)
Ditandai oleh ciri-ciri:
• tujuan kegiatan ekonomi mencari keuntungan;
• hubungan masyarakat bebas;
• muncul sifat individu;
• kehidupan ekonomi berjalan dinamis;
• muncul jenis pekerjaan baru, misalnya pedagang;
• produksi berdasarkan pesanan;
• sudah dipergunakan uang sebagai alat tukar.
(3) Zaman Kapitalis Raya (Hoch Kapitalis)
Ditandai dengan:
• tumbuh kaum kapitalis yang memiliki faktor-faktor
produksi;
• produksi dilakukan secara massal dengan alat-alat
modern;
• timbul monopoli dan persaingan tidak sehat;
• terjadi eksploitasi terhadap buruh oleh majikan.
(4) Zaman Kapitalis Akhir (Spat Kapitalis)
Ditandai oeh ciri-ciri:
• muncul usaha untuk lebih mementingkan kesejahteraan
bersama daripada kepentingan individu secara adil;
• campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi;
• hilangnya para majikan besar.
5) Teori Pertumbuhan Ekonomi-Modern
Walt Whitman Rostow dalam buku ‘The Stages of Economic Growth’
berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi dibagi menjadi 5 tahap:
a) Masyarakat Tradisional (The Traditional Society)
Pada tahap ini masyarakat masih sangat sederhana. Kegiatan produksi
hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak
menggunakan teknologi yang modern, hanya menggunakan alat-alat
sederhana dan tidak ada pembagian kerja.
b) Pra-Lepas Landas (The Pre-Condition for Take Off)
Merupakan tingkat pertumbuhan ekonomi dimana masyarakat sedang
berada dalam proses transisi. Sudah mulai penerapan ilmu
pengetahuan modern ke dalam fungsi-fungsi produksi baru, baik di
bidang pertanian maupun di bidang industri.
c) Lepas Landas (The Take Off)
Merupakan interval waktu yang diperlukan untuk mendobrak
penghalang-penghaang pada pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kekuatan-kekuatan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
diperluas. Tingkat investasi yang efektif dan tingkat produksi dapat
meningkat. Investasi efektif serta tabungan yang bersifat produktif
meningkat atau lebih dari jumlah pendapatan nasional. Industri-industri baru berkembang dengan cepat dan industri yang sudah ada
mengalami ekspansi dengan cepat.
d) Dorongan Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity)
Merupakan perkembangan terus menerus daimana perekonomian
tumbuh secara teratur serta lapangan usaha bertambah luas dengan
penerapan teknologi modern. Investasi efektif serta tabungan
meningkat dari 10 % hingga 20 % dari pendapatan nasional dan
investasi ini berlangsung secara cepat. Output dapat melampaui
pertamabahn jumlah penduduk. Barang-barang yang dulunya diimpor,
kini sudah dapat dihasilkan sendiri. Tingkat perekonomian
menunjukkkan kapasitas bergerak melampau kekuatan industri pada
masa take off dengan penerapan teknologi modern.
e) Konsumsi
Tinggi
Sektor-sektor industri merupakan sektor yang memimpin (leading
sector) bergerak ke arah produksi barang-barang konsumsi tahan lama
dan jasa-jasa. Pendapatan riil per kapita selalu meningkat sehingga
sebagian besar masyarakat mencapai tingkat konsumsi yang
melampaui kebutuhan bahan pangan dasar, sandang, dan pangan.
Kesempatan kerja penuh sehingga pendapatan nasional tinggi.
Pendapatan nasional yang tinggi dapat memenuhi tingkat konsumsi
tinggi
3. Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dapat dijadikan sebagai patokan yang melihat kemajuan
suatu negara dan bagaimana hasil dari pembangunan yang dilakukan selama
periode tersebut. Jika pembangunan yang dilakukan pemerintah berhasil dengan
efektif, maka akan terlihat pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam
masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan,
misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP) atau Gross Domestic
Product (GDP) tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya, atau dapat
dituliskan dalam rumus sebagai berikut:
Untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi, terlebih dahulu harus diketahui
nilai GNP atau GDP selama periode tertentu. Guna memberikan gambaran yang
lebih jelas tentang penghitungan pertumbuhan ekonomi, dapat ditunjukkan
contoh kasus seperti berikut.
Diperoleh informasi nilai GDP Negara X tahun 2018 adalah US$160 miliar dan nilai
GDP tahun 2019 adalah US$168 miliar.
Sehingga, besar nilai pertumbuhan ekonomi negara yang dicapai adalah….
Jadi tingkat Pertumbuhan Ekonomi Negara X tahun 2019 adalah sebesar 5%
E. Latihan Soal
1. Tujuan utama adanya perhitungan pertumbuhan ekonomi adalah ….
A. Meningkatkan inflasi
B. Melihat kemajuan kondisi perekonomian
C. Memakmurkan negara
D. Meningkatkan kesejahteraan rakyat
E. Mengurangi pengangguran
2. Penghitungan pertumbuhan ekonomi sangat bermanfaat bagi perekonomian
suatu negara. Salah satu manfaatnya adalah ....
A. Digunakan untuk mengukur hasil pembangunan nasional
B. Menunjukkan peningkatan kualitas masyarakat
C. Digunakan sebagai alat ukur kualitas tenaga kerja suatu negara
D. Digunakan untuk menggambarkan ketimpangan ekonomi
E. Menggambarkan tingkat pemerataan pendapatan masyarakat
3. Informasi survei suatu daerah sebagai berikut
1) kenaikan pendapatan daerah tersebut menduduki urutan ke tiga dari
delapan daerah
2) kenaikan pendapatan perkapita yang cukup signifikan dari tahun
sebelumnya
3) Peningkatan kemakmuran mulai dirasakan oleh masyarakat
4) terjadi perubahan struktur ekonomi dimasyarakat
Berdasarkan pernyataan di atas ,yang termasuk ciri-ciri pertumbuhan ekonomi
adalah...
A. 1) dan 2)
B. 1) dan 3)
C. 2) dan 3)
D. 2) dan 4)
E. 3) dan 4)
4. Menurut pendapat Frederick List pertumbuhan perekonomian dapat diukur
berdasarkan perkambangan….
A. Peradaban masyarakat
B. Sarana tukar menukar (medium of exchange)
C. Teknik produksi
D. Sarana distribusi
E. Pasar
5. Di bawah ini yang bukan merupakan tahap-tahap dalam pertumbuhan ekonomi
masyarakat yang menurut Karl Bucher, yaitu rumah tangga …
A. Dunia
B. Bangsa
C. Tertutup
D. Kota
E. Internasional
6. Aspek tabungan dan inviestasi adalah sebuah instrumen penting dalam penentu utama
adanya pertumbuhan ekonomi. Pendapat tersebut dikemukakan oleh ….
A. Fredrich List
B. Werner Sombart
C. Robert Sollow
D. Max Weber
E. Harrod-Domar
7. Pertumbuhan ekonomi menurut aliran Historis yaitu tukar menukar:
1) Secara innatura
2) Dengan perantara uang
3) Dengan menggunakan kartu kredit
Pendapat di atas, dikemukakan oleh ….
A. Max Weber
B. Frederick List
C. Gustav Von Schmoller
D. Bruno Hildebrand
E. Werner Sombart
8. Menurut Walt Whitman Rostow, pertumbuhan ekonomi suatu bangsa akan melalui
tahap-tahap…
A. rumah tangga tertutup, rumah tangga kota, rumah tangga bangsa, rumah
tangga dunia
B. berburu dan mengembara, pertanian dan kerajinan, perniagaan, industri
dan perdagangan
C. pertukaran secara barter, pertukaran dengan perantaraan uang,
pertukaran dengan kredit
D. tradisional, transisi, lepas landas, kematangan, konsumsi tinggi
E. pra-kapitalis, kapitalis madya, kapitalis raya
9. Berikut ini GNP Negara Y:
- GNP tahun 2008 Rp12.500 M
- GNP tahun 2009 Rp13.250 M
- GNP tahun 2010 Rp14.850 M
Berapa besar pertumbuhan ekonomi Negara Y tahun 2009 ?
A. 5,6 %
B. 6 %
C. 8 %
D. 10,7 %
E. 12 %
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
PEMBANGUNAN EKONOMI
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan peserta didik dapat menganalisis
konsep pembangunan ekonomi serta permasalahan dan cara mengatasinya, terampil
dalam menyajikan hasil temuan permasalahan pembangunan ekonomi serta cara
mengatasinya sehingga terbentuk sikap kritis, kreatif, jujur, dan bertanggung jawab.
B. Uraian Materi
1. Definisi Pembangunan Ekonomi
Selamat, kalian sudah menyelesaikan Kegiatan Pembelajaran 1. Sekarang kalian
masuk ke Kegiatan Pembelajaran 2, di sini kalian akan mempelajari tentang
Pembangunan Ekonomi. Selamat Belajar!
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan
pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk
dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara
dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Menurut Michael Todaro dalam Suryana (2010), pembangunan diartikan sebagai
proses dimensional yang melibatkan perubahan-perubahan besar dalam struktur
sosial, sikap-sikap mental yang terbiasa, dan lembaga nasional termasuk pula
percepatan atau akselerasi pertumbuhan ekonomi, pengurangan kesenjangan, dan
pemberantasan kemiskinan absolut.
2. Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi
Menurut Sadono Sukirno (2011), pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan
ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi.
Hal tersebut dapat diartikan bahwa pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari
pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong
pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar
proses pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih
bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat
output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat
kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahanperubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor
perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial, dan teknik.
Perbedaan antara pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi dapat
digambarkan dalam tabel berikut ini:
3. Indikator Pembangunan Ekonomi Indikator telah terjadinya pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:
• Terjadinya peningkatan pendapatan nasional
• Terjadinya Peningkatan Produk Nasional (PNB)
• Terbukanya kesempatan kerja
• Perekonomian stabil
• Surplus neraca pembayaran luar negeri
• Distribusi pendapatan merata
4. Tahapan Pembangunan Ekonomi
Secara umum, negara melalui tiga tahapan pembangunan ekonomi sebagai berikut:
1. Tahap Pertanian (Agraris). Pada tahap ini sebagian besar penduduk bekerja
dalam bidang pertanian.
2. Tahap Manufaktur (Industri). Pada tahap ini sebagian besar penduduk bekerja
di bidang industri.
3. Tahap Ketiga (Bidang Jasa). Pada tahap ini terjadi perpindahan tenaga kerja ke
sektor jasa.
5. Masalah Pembangunan Ekonomi
Berikut ini adalah penjabaran dari beberapa masalah pembangunan ekonomi:
a. Kemiskinan
Herlan Firmansyah (2016) menyatakan bahwa kemiskinan seringkali
menjadi masalah yang tidak pernah terselesaikan dalam setiap tahapan
pembangunan ekonomi negara berkembang.
Hal tersebut diakibatkan adanya siklus yang terjadi secara berulang dan sulit
terselesaikan, yang sering diistilahkan dengan lingkaran kemiskinan yang
merupakan serangkaian kekuatan yang saling mempengaruhi secara
sedemikian rupa, sehingga menimbulkan keadaan dimana suatu negara akan
tetap miskin dan akan tetap mengalami banyak kesukaran untuk mencapai
tingkat pembangunan yang lebih tinggi.
b. Pengangguran
Menurut Edy Hermansyah, masalah pengangguran telah menjadi momok
yang begitu menakutkan, khususnya di negara-negara berkembang
seperti di Indonesia.
Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan
tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa
menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan
lebih rendah dari pada pendapan potensial (pendapatan yang seharusnya).
Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat berkurang,
sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi juga akan
berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan investor untuk
melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian, tingkat
investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terpacu.
c. Ketimpangan dalam distribusi pendapatan Leni Permana (2009) menyatakan bahwa masalah kemiskinan seringkali
dihubungkan dengan masalah ketidakmerataan distribusi
pendapatan. Pertumbukan ekonomi yang terus-menerus tidak selalu
dapat mengurangi tingkat kemiskinan atau pertumbuhan ekonomi
tidak berkorelasi positif dengan distribusi pendapatan.
Ketimpangan distribusi pendapatan membuat jurang si kaya dan si miskin
semakin curam yang mengakibatkan terjadinya kecemburuan sosial dan
berpotensi untuk memicu terjadinya berbagai tindak kriminal.
Ketimpangan dapat disebabkan oleh ketidaksetaraan Sumber Daya Alam
(SDA), keahlian, bakat, dan kapital (sistem ekonomi dimana perdagangan,
industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengn
tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar, pemilik modal
dalam melakukan usahanya berusaha untuk meraih keuntungan sebasar-besarnya), serta strategi pembangunan yang tidak tepat yang berorientasi
pada pertumbuhan
d. Tingginya angka pertumbuhan penduduk
Tingginya angka pertumbuhan penduduk disebabkan karena tingginya
angka kelahiran di suatu negara, tingginya angka kelahiran disebabkan
karena pada saat ini banyaknya atau maraknya pernikahan dini yang
mengakibatkan kehamilan dini pula. Banyak pula orang-orang yang
beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki, dan ada pula yang
beranggapan bahwa penerus dalam sebuah keluarga adalah anak laki-laki,
sehingga apabila dalam pernikahannya belum memiliki anak laki-laki maka
mereka akan berusaha sampai mendapatkan anak laki-laki.
6. Strategi Pembangunan Ekonomi
Seperti kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan penting perencanaan
ekonomi di negara sedang berkembang termasuk di Indonesia adalah untuk
meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkatkan pertumbuhan
tersebut, negara perlu meningkatkan laju pembentukan modal dengan cara
meningkatkan tingkat pendapatan, tabungan, dan investasi.
Untuk Negara Indonesia, peningkatan laju pembentukan modal ini menghadapi
berbagai kendala, salah satunya adalah kemiskinan masyarakat Indonesia itu
sendiri. Hal ini diakibatkan karena tingkat tabungan yang rendah. Tingkat tabungan
rendah karena tingkat pendapatan juga rendah, akibatnya laju investasi juga rendah
dan berpengaruh pada rendahnya modal dan produktivitas. Keadaan inilah yang
sering disebut dengan lingkaran setan kemiskinan.
Salah satu cara umtuk memotong lingkaran setan ini adalah diperlukan suatu
pembangunan yang terencana. Ada dua cara untuk memotong lingkaran setan
tersebut yaitu:
• Melakukan pembangunan yang terencana dengan mencari modal dari luar
negeri yang disebut industrialisasi yang diproteksi.
• Dengan cara menghimpun tabungan wajib yang disebut indutrialisasi
dengan kemampuan sendiri.
Dasar pemikiran timbulnya perencanaan tersebut adalah:
- Untuk memperbaiki dan memperkuat mekanisme pasar.
- Untuk mengurangi pengangguran
Jadi singkat kata, perencanaan pembangunan sangat diperlukan karena merupakan
jalan terbaik untuk mengatasi kemiskinan di negara berkembang khususnya di
negara Indonesia. Perencanaan yang baik diperlukan untuk mengatasi ketimpangan
distribusi pendapatan dan kesejahteraan, meningkatkan pendapatan nasional dan
pendapatan perkapita, meningkatkan kesempatan kerja dan untuk pembangunan
secara keseluruhan.
Edi Wibowo dalam bukunya Perencanaan dan Strategi Pembangunan di Indonesia
menyatakan bahwa perencanaan ekonomi adalah usaha secara sadar dari
suatu pemerintahan untuk memengaruhi, mengarahkan, serta
mengendalikan perubahan variable-variabel ekonomi yang utama
(misalnya GDP (Gross Domestik Product), konsumsi, investasi, tabungan
dan lain-lain). Suatu rencana ekonomi bisa juga dianggap serangkaian
sasaran atau target ekonomi secara kuantitatif yang khusus yang harus
dicapai dalam suatu jangka waktu tertentu rencana ekonomi bias mencakup
keseluruhan (komprehensif) maupun secara parsial (sebagian).
Adapun strategi pembangunan ekonomi yang dapat dilakukan oleh suatu negara
adalah sebagai berikut:
a. Strategi pertumbuhan
Strategi pembangunan ekonomi negara terpusat pada pembentukan modal,
serta menanamkan secara seimbang, terarah dan memusat. Selamjutnya bahwa
pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses
merambat kebawah atau melalui tindakan koreksi Pemerintah mendistribusikan
hasil pembangunan. Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah
bahwa kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
b. Strategi pembangunan dengan pemerataan
Konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan
melalui teknik social engineering, yaitu penyusunan perencanaan induk dan
paket program terpadu. Jika pembangunan ekonomi ingin terlaksanakan
diperlukan sarana untuk menunjang kegiatan ekonomi, terutama penyediaan
pasilitas pendidikan, kesehatan, dan jalan raya.
c. Membuat dan melaksanakan perencanaan pembangunan
Tujuannya tentu untuk mencapai sasaran pembangunan ekonomi. Namun
demikian, apa arti perencanaan tanpa pelaksanaan? Oleh karena itu, dalam
perencanaan ini perlu adanya dukungan pemerintah dan pengawasan dari
seluruh masyarakat.
d. Mengembangkan kegiatan ekonomi
Sektor pertanian sebenarnya menjanjikan jika dikelola dengan baik, misalnya
para petani menggunakan bibit unggul dan kemudian menggunakan mesin
berteknologi canggih. Namun hal ini memerlukan modal yang tidak sedikit.
Pemerintah ikut mendukung untuk kegiatan moderenisasi ini, mulai dari
sosialisasi hingga pemberian subsidi bagi para petani tersebut. Masalah
permodalan untuk perubahan struktur ekonomi ini tentunya akan teratasi jika
pendidikan meningkat, terlaksananya pembangunan ekonomi, serta tabungan
dan investasi.
e. Meningkatkan tabungan dan investasi
Tabungan dan investasi merupakan modal yang sangat penting dalam
pembangunan. Dengan perbaikan kualitas pendidikan, masyarakat akan
berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatannya, sehingga
dapat meningkatkan tabungan dan investasi.
f. Meningkatkan kualitas pendidikan
Pendidikan merupakan unsur penting pembentuk kepribadian bangsa dan
kualitas masyarakatnya. Di berbagai negara, pendidikan selalu diutamakan
dalam setiap pembahasan strategi yang dibuat pemerintah untuk memajukan
pembangunan ekonominya. Kebijakan pendidikan di Indonesia wajib belajar
sembilan tahun yang kemudian ditingkatkan menjadi wajib belajar 12 tahun.
Setelah menempuh pendidikan wajib belajar 12 tahun, pemerintah juga sering
kali membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk mendapatkan beasiswa
ke perguruan tinggi, bahkan program ini diikuti oleh banyak pihak swasta dalam
upaya membangun kualitas bangsa.
g. Strategi ketergantungan
Inti dari konsep strategi ketergantungan adalah "kemiskinan di negara negara
berkembang disebabkan adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak atau
negara lainya". Namun, kita dituntut untuk mandiri. Teori tersebut kemudian
dikeritik oleh Khotari dengan menyatakan bahwa "teori ketergantungan
tersebut cukup relevan, namun sayangnya semacam dalih kenyataan dari
kurangnya usaha".
h. Strategi pendekatan kebutuhan pokok
Sasaran dan strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Jika
kebutuhan pokok tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan hasil rendah
akibat kemiskinan yang bersumber pada kepengangguran sebaiknya usaha
usaha lebih mengarahkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan,kebutuhan
pokok dan lain lain.
7. Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara
perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan
dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh
unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat pusat dan daerah. Sistem ini
adalah pengganti dari Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan mulai berlaku
sejak tahun 2005.
a. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (disingkat RPJP Nasional)
adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 20 (dua
puluh) tahun. RPJP Nasional untuk tahun 2005 sampai dengan 2025 diatur
dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Pelaksanaan RPJP Nasional
2005-2025 terbagi dalam tahap-tahap perencanaan pembangunan dalam
periodisasi perencanaan pembangunan jangka menengah nasional 5 (lima)
tahunan.
b. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, (disingkat RPJM Nasional),
adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang terdiri dari:
1) RPJM Nasional I Tahun 2005–2009, dikenal sebagai indonesia sehat 2009,
2) RPJM Nasional II Tahun 2010–2014, dikenal sebagai indonesia smart
2014,
3) RPJM Nasional III Tahun 2015–2019, dikenal sebagai permata indonesia
2019,
4) RPJM Nasional IV Tahun 2020–2024.
RPJM tersebut kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah
(RKP) setiap tahunnya.
c. Rencana Kerja Pemerintah
Rencana Kerja Pemerintah (disingkat RKP) adalah rencana pembangunan
tahunan nasional, yang memuat prioritas pembangunan nasional, rancangan kerangka ekonomi makro yang mencakup gambaran perekonomian secara
menyeluruh termasuk arah kebijakan fiskal, serta program
kementerian/lembaga, lintas kementerian/lembaga kewilayahan dalam
bentuk kerangka regulasi dan pendanaan yang bersifat indikatif. RKP
merupakan pedoman bagi penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN).
d. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (disingkat RPJP Daerah) adalah
dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 20 (dua puluh).
RPJP Nasional untuk tahun 2005 sampai dengan 2025 diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. RPJP Daerah yang memuat visi, misi, dan arah
Pembangunan Jangka Panjang Daerah disusun mengacu kepada RPJP Nasional.
e. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, (disingkat RPJM Daerah)
adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk perioda 5 (lima)
tahunan yang merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program kepala
daerah dengan berpedoman pada RPJP Daerah serta memerhatikan RPJM
Nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar