KD 3.4 Hukum Permintaan, Penawaran,
Konsep Elastisitas Dan Harga Keseimbangan Pasar
SMK IPTEK JAKARTA
Oleh Yati Octavia S.Pd
1.
Pengertian Permintaan (demand)
dan Penawaran (supply)
Permintaan
dan penawaran dalam ilmu ekonomi, adalah merupakan suatu penggambaran atas
hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual terhadap
suatu barang. Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli
atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang
dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu
Model penawaran dan permintaan
digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini
sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para
pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga digunakan sebagai
titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini
memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi
sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas
yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara
harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor
yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk
terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
2.
Hukum Permintaan dan Penawaran
Jika
semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka
permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin
rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
Semua terjadi karena semua
ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada.
Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena
uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan
mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang
didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli
akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
Hukum permintaan
Hukum
permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat
negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga
naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang
yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
“Semakin
turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta,
dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang
bersedia diminta.”
Pada
hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan
tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah
(dianggap tetap).
Hukum penawaran
Bahwa
semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya
semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit.
Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan
antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian
bunyi hukum penawaran berbunyi:
“Semakin
tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya,
semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia
ditwarkan.”
Hukum
penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran
tidak berubah (ceteris paribus).
Faktor – faktor yang mempengaruhi
Permintaan dan Penawaran
Tingkat
permintaan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang selalu mengikutinya,
antara lain adalah perilaku/selera konsumen, ketersediaan dan harga barang
sejenis pengganti dan pelengkap, pendapatan/penghasilan konsumen, perkiraan
harga di masa depan dan banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen.
Sedangkan
pada tingkat penawaran akan dipengaruhi antara lain oleh : biaya produksi dan
teknologi yang digunakan, tujuan dari suatu Perusahaan, pajak, ketersediaan dan
harga barang pengganti/pelengkap
3.
Elastisitas Permintaan
Elastisitas
permintaan adalah suatu konsep yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaa
perubahan jumlah kualitas barang yang dibeli sebagai akibat perubahan faktor
yang mempengaruhi.
Dalam hal ini pada dasrnya ada tiga variabel utama yang mempengaruhi, maka
dikenal tiga elastisitas permintaan, yah itu : (1). Elastisitas harga permintaan (2). Elastisitas silang (3). Elastisitas pendapatan
1. Elastisitas Harga Permintaan (the
price elasticity of demand)
Elastisitas
harga permintaan adalah derajat kepekaan jumlah permintaan akibat perubahan
harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada
persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan
pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik,
maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya. Sedangkan tanda elastisitas selalu
negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa
elastisitas harga ini benar indeksnya dapat kurang dair, dama dengan lebih
besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya
dapat dikatakan : (1) Tidak elastisitas (in elastic) (2) Unitar (unity) dan
(3) Elastis (elastic)
Dengan bentuk rumus umum sebagai
berikut :
Δ Q ΔP Δ Q P
Eh : atau Eh = X
Q P ΔP Q
Dimana :
Eh = adalah elastisitas harga permintaan
Qn = adalah Jumlah barang yang diminta
P = adalah harga barang tersebut
Δ = adalah delta atau tanda perubahan.
Hasil akhir dari elastisitas tersebut
memberikan 3 kategori :
(1). Apabila
perubahan harga (ΔP)
mengakibatkan perubahan yang lebih besar dari jumlah barnag yang diminta (Δ Q),
sisebut dengan elastisitas yang elastis (elastic), dimana besar koefisiennya
adalah besar dari satu (Eh.1). Nemtuk kurva permintaannya lebih landai. [ % ΔP
< % Δ Q].
(2). Apabila
persentase perubahan harga (% ΔP) sama besarnya dengan persentase
perubahan jumlah barang yang diminta (% Δ Q), disebut dengan elastisitas yang
unity (unitari), dimana besar koefisiennnya adalah sama dengan satu (eh=1),
bentuk kurva permintaannya membentuk sudut 45 derajat dari titik asal [% ΔP = %
Δ Q].
(3). Apabila
persentase perubahan harga (% ΔP) mengakibatkan perubahan kenaikan
jumlah barang yang diminta (% Δ Q) yang lebih kecil,disebut dengan elastisitas
yang in elastic dimana besar keofisiennya lebih kecil dari satu (Eh<1).
Bentuk kurva permintaannya lebih vuram[ % ΔP > % Δ Q].
Pembagian kedalam tiga kategori tersebut disebabkan karena perbedaan total
penerimaan (Total Renenue)nya sebagai akibat perubahan harga masing-masing
kategori.
Pada suatu kurva permintaan akan terdapat ketiga keadan tersebut, tergantung
dititik mana mengjkurnya. Pada harga tinggi, elastisitasnya lebih besar dari
satu atau elastis, pada harga yang rendah elastisitasnya kurang dari satu atau
tidak elastis (in elastic), sedangkan titik tengah dari kurva permintaan
mempunya elastisitas sama dengan satu atau unity (unitari),
Disamping
tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga
permintaan, yaitu :
(1). Permintaan
yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang
paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar
dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya
merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris
horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya
tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga
tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih
banyak.
(2).
Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat
paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang
terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal
dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya
adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan
mengurangi jumlah permintaannya. Masing-masing bentuk kurva elastisitas harga
tersebut, Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan Elastisitas
harga permintaan mengukur tingkat reaksi konsumer terhadap perubahan harga.
Elastisitas ini dapat menceritakan pada produsen apa yang terjadi terhadap
penerimaan penjualan mereka, jika mereka merubah strategi harga, apakah
kenaikan/menurunkan jumlah barang yang akan dijualnya.
Ada
beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :
(1). Tersedia atau tidaknya barang
pengganti di pasar
(2). Jumlah pengguna/tingkat
kebutuhan dari barang tersebut
(3). Jenis barang dan pola preferensi
konsumen
(4). Periode waktu yang tersedia
untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga waktupenggunaan barang
tersebut.
(5). Kemampuan relatif anggaran untuk
mengimpor barang
Elastisitas akan besar bilamana :
(1). Terdapat banyak barang subsitusi yang baik
(2). Harga relatif tinggi
(3). Ada banyak
kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain
Elastisitas umumnya akan kecil,
bilamana :
(1). Benda tersebut
digunakan dengan kombinasi benda lain
(2). Barang yang bersangkutan
terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
(3). Untuk barang tersebut tidak
terdapat barang-barang substitusi yang baik, dan benda tersebut sangat
dibutuhkan.
2.
Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)
Permintaan konsumen terhadap suatu
barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada
preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga
pendapatan.
Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon permintaan terhadap harga yang
berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas
silang (Cross Price Elasticity of demand)
Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada
produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase
perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga
dari barang Y
Apabila hubungan kedua barang tersebut
(X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka
tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan
mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.
Apabila barang lain tersebut bersifat
substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif,
misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah
permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.
3.
Elastisitas Pendapatan (The
Income Elasticity of Demand)
Suatu
perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh
terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut
diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan. Elastisitas pendapatan
ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang
diminta dengan persentase perobahan pendapatan, dengan rumus. Δ Q Δ
Y Δ Q Y Em = ——- : ——– atau Em = ——– x ——– Q Y ΔY Q Jika Em= 1 (Unity), maka 1
% kenaikan dalam pendapatan akan menaikkan 1 % jumlah barang yang diminta; Jika
Em>1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari
pendapatan terhadap barang.
Jika pendapatan naik; jika Em < 1 (in Elastis), maka orang akan
membelanjakan bahagian pendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila
pendapatannya naik. Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang
berakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas
tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barang normal atau
superior. Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah
suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah
negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen.
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI ELASITITAS HARGA PERMINTAAN, ANTARA LAIN SEBAGAI BERIKUT.
(1). Terdapat Tidaknya Barang
Subtitusi
(2). Tingkat Kebutuhan Konsumen
(3). Pesentase Kenaikan Harga Barang
Terhadap Promosi Pendapatan Konsumen
(4). Terasisi Atau
Kebiasaane.Perkembangan Mode
(5). Perkembangan Mode
(6). Jumlah Pemakaian
4. Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan atau harga
ekuilibrium dalam
ekonomi adalah merupakan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva
permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan
di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual
(produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya.
Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan
bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam
menentukan harga.
Masalah
harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah
dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan
harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang
dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas
barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga
keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui
suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan
permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Berdasarkan
pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang
terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran.
Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil
kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas
yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah
tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan
pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Menentukan Keadaan Keseimbangan Dengan Matematik
Keadaan
keseimbangan dapat pula ditentukan secara matematik, yaitu dengan memecahkan
persamaan permintaan dan persamaan penawaran secara serentak atau simultan.
CONTOH :
Persamaan permintaan : Qd = 1.500 –
0,001 Pq
Persamaan penawaran : Qs = -100
+ 0,001 Pq
Syarat keseimbangan adalah permintaan
sama dengan penawaran atau Qd = Qs.
1.500 – 0,001 Pq = -100 + 0,001 Pq
1.500 + 100 = 0,001 Pq + 0,001 Pq
1.600 = 0,002 Pq
Pq = 800.000 ( harga keseimbangan /
harga pasar).
Diah Tri Astuti
BalasHapus1r1 sudah membaca
Nayya Eka Herdiana
BalasHapus1R1 sudah membaca
Ahmad Muhajir
BalasHapus1R1 sudah membaca
Madu haliza putri
BalasHapus1R1 sudah membaca
Fitria A.D 1R1 " saya sudah membaca"
BalasHapussafitri wulandari 1R1 'sudah membaca
BalasHapusendah rahmadani
BalasHapus1R1 sudah membaca
Ananda Afifah 1R1 "Saya sudah membaca"
BalasHapusAlfia salsabilla 1R1 "saya sudah membaca"
BalasHapusfATMA Adelia
BalasHapus1R1 saya udah membaca
Alya nur Hanifah 1R1 ap " sudah membaca"
BalasHapusMuhammad Khalish Akbar Widiyanto 10 IPS sudah membaca
BalasHapusFAQIH SYAMIL 10 IPS SUDAH MEMBACA
BalasHapusNaqilla salsabila saputri
BalasHapus10 IPS
Sudah membaca
Rizqi Sulaeman
BalasHapus10 IPS
Sudah membaca
Nayla Naura Zahra X IPS "Sudah Membaca"
BalasHapusRidwan Arifin Hartawan
BalasHapus10 ips sudah membaca
Naila Areva Wijaya 10 IPS sudah membaca
BalasHapusNabila octaviani suryadi 10 ips sudah membaca
BalasHapus