KD 3. 3 PERAN PELAKU EKONOMI DALAM KEGIATAN EKONOMI
SMK IPTEK JAKARTA & SMA SAPTA KHARISMA
Oleh Yati Octavia, S.Pd
A. Model Ekonomi
Dalam pembahasan kali ini kita akan bahas hubungan antar pelaku ekonomi
agar dapat mengetahui bagaimana arus kegiatan ekonomi di masyarakat
tersebut berlangsung.Ada beberapa model hubungan antarpelaku ekonomi,
mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling lengkap dan kompleks
sebagai berikut.
- Model kegiatan ekonomi sederhana (dua sektor)
- Model dengan campur tangan pemerintah (tiga
sektor)
- Model kegiatan ekonomi terbuka (empat sektor)
1. Pelaku Ekonomi
A. Pengertian Pelaku Ekonomi
Pelaku ekonomi adalah pihak-pihak yang melakukan
kegiatan ekonomi. Secara
garis besar, pelaku ekonomi dapat dikelompokkan menjadi 4 pelaku, yaitu rumah
tangga konsumen, rumah tangga produsen/perusahaan, Pemerintah dan Masyarakat
Luar Negeri. Setiap pelaku ekonomi ada yang berperan sebagai produsen,
konsumen, atau distributor.
Secara garis besar para pelaku ini dikategorikan menjadi empat sektor,
yakni rumah tangga atau para konsumen (RTK) produsen (RTP), pemerintah, dan
Masyarakat luar negeri. Keempat pelaku ini pun ada dalam sistem perekonomian di
Indonesia.
1.
Rumah tangga
Konsumen
Mereka adalah pelaku ekonomi yang utama karena rumah tangga konsumen
meminta barang dan jasa dari pasar barang dan jasa (output). Untuk itu kita
harus mengkonsumsi atau membeli barang dan jasa. Rumah tangga ikut menentukan
barang apa yang akan diproduksi. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan ekonomi.
Maka tidak aneh kalau rumah tangga kita termasuk salah satu pelaku ekonomi.
Rumah tangga konsumen juga menawarkan tenaga kerja, tanah, kapital, dan
kewirausahaan.
2.
Rumah tangga
Produsen
Mereka adalah produsen/atau perusahaan yang dibentuk oleh pengusaha atau
wirausahawan dengan tujuan mencari laba dengan cara menggabungkan tenaga kerja
(sumber daya manusia), modal, dan tanah atau sumber daya alam untuk
menghasilkan barang dan jasa. Mereka menjalankan fungsi produksi atau bertindak
sebagai produsen baik secara perorangan maupun secara kolektif atau
terorganisasi. Produsen akan mengelola usahanya dengan beberap acara atau
bentuk seperti perusahaan perorangan (PO), berpartner, misalnya CV, firma, atau
akan membentuk perseroan (PT). Usaha perseorangan merupakan bentuk yang paling
sederhana. Ini adalah usaha/perusahaan yang dimiliki hanya oleh satu orang.
Contohnya adalah petani, seorang dokter, tukang listrik, dan sebagainya. Yang
kedua adalah berpartner atau partnership. Ini bentuk usaha yang melibatkan dua
orang atau lebih individu untuk menyertakan sumber daya mereka dengan tujuan
mencari laba.
3.
Pemerintah/Rumah
Tangga Negara
Peranan rumah tangga negara atau
pemerintah dalam kegiatan ekonomi anatar lain:
1. Pengatur
2. Konsumen
3. Sebagai produsen
4. Pembuat dan pelaksana aturan main
5. Menjamin kompetisi
6. Menyediakan barang publik
4.
Masyarakat
Luar Negeri
Masyarakat ekonomi luar negeri adalah pelaku ekonomi yang berhubungan
dengan transaksi luar negeri, sektor ini mencakup ekspor dan impor barang dan
jasa serta aliran modal yang berkaitan dengan transaksi investasi perbankan.
Peran rumah tangga konsumsi adalah sebagai berikut:
1. Konsumen
2. Pemasok atau pemilik faktor
produksi
3. Ikut mempengaruhi mengenai apa
yang akan diproduksi oleh perusahaan.
Teori Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi
dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau
jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan
diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian,
dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan
pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian,
konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian,
konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan
akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau kegiatan-kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang
dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan
penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.
Ruang Lingkup Perilaku Konsumen
Studi perilaku konsumen terpusat pada cara individu mengambil keputusan
untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli
barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi. Hal ini mencakup apa yang
mereka beli, mengapa mereka membeli, kapan mereka membeli, dimana mereka membeli,
seberapa sering mereka membeli, dan seberapa sering mereka menggunakannya.
Di samping mempelajari pemakaian konsumen dan evaluasi pasca-pembelian
produk yang mereka beli, para peneliti konsumen juga tertarik untuk mengetahui
cara individu membuang produk. Dengan tujuan adalah bahwa mereka harus
menyesuaikan produksi mereka dengan kekerapan konsumen membeli penggantinya.
Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh
beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang,
disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini
didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang
dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga
tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
Pendekatan Perilaku Konsumen
Pendekatanuntuk mempelajari perilaku
konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang :
1.Pendekatan Kardinal
2.Pendekatan Ordinal
1.)
Pendekatan
Kardinal
1.
Kepuasan konsumsi dapat diukur
dengan satuan ukur. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan Terjadi
hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap
satu satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan
konsumsi semakin kecil.( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik
tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ).Hukum ini
menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin
menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai
dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen
memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal,
sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau
membayar dengan harga murah.
Pendekatan kardinal biasa disebut
sebagai Daya guna marginal.
2.) Pendekatan Ordinal
Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan
bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan
kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.Pendekatan
ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).Tingkat
kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens(kurva yg menunjukkan
tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat
kepuasan yang sama).
Ciri-ciri kurva indiferens:
1.Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan mengurangi konsumsi
barang yg satu apabila ia menambah jumlah barang lain yang di konsumsi)
2.Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan proporsi
jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing
barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution)
3.Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada
suatu kurva indiferens yang berbeda
2. Teori Perilaku Produsen
Teori Produsen dan Fungsinya
produksi dapat kita lihat dimana
saja,Yang dimaksud dengan teori produksi adalah kegiatan yang membuat
barang-barang,produksi juga sangat berkaitan dengan nilai guna suatu barang.Di dalam
produksi terdapat proses produksi tertentu yang harus dijalani sehingga bias
menghasilkan barang yang berguna.
Di dalam menganalisis teori
produksi, kita mengenal 2 hal:
1.
Produksi jangka pendek
Dalam membahas teori produksi kita perlu membedakan pengertian jangka
panjang dan jangka pendek.Jangka pendek dan jangka panjang tidak terkait dengan
lamanya waktu yang digunakan dalam proses produksi.Produksi dalam jangka pendek
bararti terdapat satu factor produksi yang bersifat tetap,sedangkan factor
produksi yang lainnya bersifat variable(berubah-ubah).produksi dalam jangka
panjang berarti semua factor produksi yang digunakan bersifat
variable(berubah-ubah).
2.
Produksi jangka panjang
Sebagaimana telah dijelaskan,produksi dalam jangka panjang tidak terkait
dengan jangka waktu proses produksi,tetapi lebih kepada sifat factor produkdi
yang digunkan . Dalam jangka panjang semua factor produksi yang digunakan
bersifat variable atau berubah-ubah.untuk mempelajari produksi dalam
jangka panjang kiata akan mempelajari kurva isoquant dan jumlah produk optimal.
a.) Isoquant atau Isoproduk
Kurva isokuant atau isoproduk adalah kurva tempat kedudukan titik-titik
yang menunjukan kombinasi dua factor produksi untuk menghasilkan tingkat
produksi yang sama.
b.) Produksi optimal
Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis
atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan
konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi
dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk
menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak
cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus
diketahui, rasio harga harga input-output.
3.
Biaya Produksi
Pengertian Biaya Produksi
Berikut ini beberapa definisi biaya produksi dari berbagai sumber :
a. Biaya produksi yakni biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan
produksi dari suatu produk dan akan dipertemukan (dimatchkan) dengan
penghasilan (revenue) di periode mana produk itu di jual (Abdul Halim, 1988:5).
b.Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan
baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual (Mulyadi, 1995:14).
c. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi
suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead
pabrik (Amin Widjaya Tunggal, 1993:1)
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya produksi
adalah biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi meliputi biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang
jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jenis biaya lain.
Jenis-jenis Biaya Produksi
Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk
menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk pada akhir periode
akuntansi masih dalam proses. Biaya produksi digolongkan dalam tiga jenis yang
juga merupakan elemen-elemen utama dari biaya produksi, meliputi :
1. Biaya bahan baku (direct material Cost)
Merupakan bahan secara langsung digunakan dalam produksi untuk mewujudkan
suatu macam produk jadi yang siap untuk dipasarkan.
2. Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost)
Merupakan biaya-biaya bagi para tenaga kerja langsung ditempatkan dan
didayagunakan dalam menangani kegiatan-kegiatan proses produk jadi secara
langsung diterjunkan dalam kegiatan produksi menangani segala peralatan
produksi dan usaha itu dapat terwujud.
3. Biaya overhead pabrik (factory overhead cost)
Umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak
langsung dan biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah didefinisikan atau
dibebankan pada suatu pekerjaan.
Elemen-elemen dari biaya Overhead Pabrik yaitu :
1.
Biaya bahan
penolong
2.
Biaya tenaga
kerja tidak langsung
3.
Biaya
depresiasi dan amortisasi aktiva tetap
4.
Biaya
reparasi dan pemeliharaan mesin
5.
Biaya
listrik dan air pabrik
6.
Biaya
asuransi pabrik
7.
Operasi
lain-lain
Proses Produksi
Pengumpulan
harga produksi sangat ditentukan berdasarkan proses produksinya. Proses produksi
dibagi menjadi 2 macam:
1. Produksi atas dasar pesanan
Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melaksanakan pengolahan
produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar. Perusahaan ini
mengumpulkan biaya produksi dengan menggunakan harga pokok pesanan (Job order
cost methode)
2. Produksi masa
Perusahaan yang berproduksi berdasarkan produksi massa melaksanakan
pengolahan produknya untuk memenuhi persediaan di gudang yang umumnya produknya
berupa standar.
Perusahaan ini mengumpulkan biaya produksinya dengan menggunakan metode harga pokok proses (Process cost methode). Dalam metode, biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu dan harga pokok produk persatuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut, dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.
1. Tuliskan siapa saja pelaku ekonomi ?
2. Apa yang anda pahami mengenai:
a. Model kegiatan ekonomi sederhana (dua sektor)
b. Model dengan campur tangan pemerintah (tiga sektor)
c. Model kegiatan ekonomi terbuka (empat sektor)
Happy Nice day