Kamis, 22 Oktober 2020

KD 3. 3 PERAN PELAKU EKONOMI DALAM KEGIATAN EKONOMI KELAS 10

 

KD 3. 3 PERAN PELAKU EKONOMI DALAM KEGIATAN EKONOMI

SMK IPTEK JAKARTA & SMA SAPTA KHARISMA

Oleh  Yati Octavia, S.Pd


A.  Model Ekonomi

Dalam pembahasan kali ini kita akan bahas hubungan antar pelaku ekonomi agar dapat mengetahui bagaimana arus kegiatan ekonomi di masyarakat tersebut berlangsung.Ada beberapa model hubungan antarpelaku ekonomi, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling lengkap dan kompleks sebagai berikut.

  1. Model kegiatan ekonomi sederhana (dua sektor)
  2. Model dengan campur tangan pemerintah (tiga sektor)
  3. Model kegiatan ekonomi terbuka (empat sektor)

1. Pelaku Ekonomi

A. Pengertian Pelaku Ekonomi

Pelaku ekonomi adalah pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Secara garis besar, pelaku ekonomi dapat dikelompokkan menjadi 4 pelaku, yaitu rumah tangga konsumen, rumah tangga produsen/perusahaan, Pemerintah dan Masyarakat Luar Negeri. Setiap pelaku ekonomi ada yang berperan sebagai produsen, konsumen, atau distributor.

Secara garis besar para pelaku ini dikategorikan menjadi empat sektor, yakni rumah tangga atau para konsumen (RTK) produsen (RTP), pemerintah, dan Masyarakat luar negeri. Keempat pelaku ini pun ada dalam sistem perekonomian di Indonesia.

 

1.    Rumah tangga Konsumen

Mereka adalah pelaku ekonomi yang utama karena rumah tangga konsumen meminta barang dan jasa dari pasar barang dan jasa (output). Untuk itu kita harus mengkonsumsi atau membeli barang dan jasa. Rumah tangga ikut menentukan barang apa yang akan diproduksi. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan ekonomi. Maka tidak aneh kalau rumah tangga kita termasuk salah satu pelaku ekonomi. Rumah tangga konsumen juga menawarkan tenaga kerja, tanah, kapital, dan kewirausahaan.

 

2.    Rumah tangga Produsen

Mereka adalah produsen/atau perusahaan yang dibentuk oleh pengusaha atau wirausahawan dengan tujuan mencari laba dengan cara menggabungkan tenaga kerja (sumber daya manusia), modal, dan tanah atau sumber daya alam untuk menghasilkan barang dan jasa. Mereka menjalankan fungsi produksi atau bertindak sebagai produsen baik secara perorangan maupun secara kolektif atau terorganisasi. Produsen akan mengelola usahanya dengan beberap acara atau bentuk seperti perusahaan perorangan (PO), berpartner, misalnya CV, firma, atau akan membentuk perseroan (PT). Usaha perseorangan merupakan bentuk yang paling sederhana. Ini adalah usaha/perusahaan yang dimiliki hanya oleh satu orang. Contohnya adalah petani, seorang dokter, tukang listrik, dan sebagainya. Yang kedua adalah berpartner atau partnership. Ini bentuk usaha yang melibatkan dua orang atau lebih individu untuk menyertakan sumber daya mereka dengan tujuan mencari laba.

 

3.    Pemerintah/Rumah Tangga Negara

Peranan rumah tangga negara atau pemerintah dalam kegiatan ekonomi anatar lain:

1. Pengatur

2. Konsumen

3. Sebagai produsen

4. Pembuat dan pelaksana aturan main

5. Menjamin kompetisi

6. Menyediakan barang publik

 

4.    Masyarakat Luar Negeri

Masyarakat ekonomi luar negeri adalah pelaku ekonomi yang berhubungan dengan transaksi luar negeri, sektor ini mencakup ekspor dan impor barang dan jasa serta aliran modal yang berkaitan dengan transaksi investasi perbankan. Peran rumah tangga konsumsi adalah sebagai berikut:

1. Konsumen

2. Pemasok atau pemilik faktor produksi

3. Ikut mempengaruhi mengenai apa yang akan diproduksi oleh perusahaan.

 

Teori Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.Atau  kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.

 

Ruang Lingkup Perilaku Konsumen

 

Studi perilaku konsumen terpusat pada cara individu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia (waktu, uang, usaha) guna membeli barang-barang yang berhubungan dengan konsumsi. Hal ini mencakup apa yang mereka beli, mengapa mereka membeli, kapan mereka membeli, dimana mereka membeli, seberapa sering mereka membeli, dan seberapa sering mereka menggunakannya.

Di samping mempelajari pemakaian konsumen dan evaluasi pasca-pembelian produk yang mereka beli, para peneliti konsumen juga tertarik untuk mengetahui cara individu membuang produk. Dengan tujuan adalah bahwa mereka harus menyesuaikan produksi mereka dengan kekerapan konsumen membeli penggantinya.

Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.

 

Pendekatan Perilaku Konsumen

Pendekatanuntuk mempelajari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang :

1.Pendekatan Kardinal

2.Pendekatan Ordinal

 

1.)      Pendekatan Kardinal

1.        Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan.Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil.( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ).Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.

 

Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.

Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginal.

2.) Pendekatan Ordinal

 Kelemahan pendekatan kardinal terletak pada anggapan yang digunakan bahwa kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan kepuasan. Pada kenyataannya pengukuran semacam ini sulit dilakukan.Pendekatan ordinal mengukur kepuasan konsumen dengan angka ordinal (relatif).Tingkat kepuasan konsumen dengan menggunakan kurva indiferens(kurva yg menunjukkan tingkat kombinasi jumlah barang yang dikonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama).

Ciri-ciri kurva indiferens:

1.Mempunyai kemiringan yang negatif (konsumen akan mengurangi konsumsi barang yg satu apabila ia menambah jumlah barang lain yang di konsumsi)

2.Cembung ke arah titik origin, menunjukkan adanya perbedaan proporsi jumlah yang harus ia korbankan untuk mengubah kombinasi jumlah masing-masing barang yang dikonsumsi (marginal rate of substitution)

3.Tidak saling berpotongan, tidak mungkin diperoleh kepuasan yang sama pada suatu kurva indiferens yang berbeda

 

2. Teori Perilaku Produsen

Teori Produsen dan Fungsinya

            produksi dapat kita lihat dimana saja,Yang dimaksud dengan teori produksi adalah kegiatan yang membuat barang-barang,produksi juga sangat berkaitan dengan nilai guna suatu barang.Di dalam produksi terdapat proses produksi tertentu yang harus dijalani sehingga bias menghasilkan barang yang berguna.

Di dalam menganalisis teori produksi, kita mengenal 2 hal:

 

1.      Produksi jangka pendek

Dalam membahas teori produksi kita perlu membedakan pengertian jangka panjang dan jangka pendek.Jangka pendek dan jangka panjang tidak terkait dengan lamanya waktu yang digunakan dalam proses produksi.Produksi dalam jangka pendek bararti terdapat satu factor produksi yang bersifat tetap,sedangkan factor produksi yang lainnya bersifat variable(berubah-ubah).produksi dalam jangka panjang berarti semua factor produksi yang digunakan bersifat variable(berubah-ubah).

 

2.      Produksi jangka panjang

Sebagaimana telah dijelaskan,produksi dalam jangka panjang tidak terkait dengan jangka waktu proses produksi,tetapi lebih kepada sifat factor produkdi yang digunkan . Dalam jangka panjang semua factor produksi yang digunakan bersifat variable atau berubah-ubah.untuk mempelajari produksi dalam jangka panjang kiata akan mempelajari kurva isoquant dan jumlah produk optimal.

 

a.)    Isoquant atau Isoproduk

Kurva isokuant atau isoproduk adalah kurva tempat kedudukan titik-titik yang menunjukan kombinasi dua factor produksi untuk menghasilkan tingkat produksi yang sama.

b.)   Produksi optimal

Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, rasio harga harga input-output.

 

3.        Biaya Produksi

Pengertian Biaya Produksi

Berikut ini beberapa definisi biaya produksi dari berbagai sumber :

a. Biaya produksi yakni biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari suatu produk dan akan dipertemukan (dimatchkan) dengan penghasilan (revenue) di periode mana produk itu di jual (Abdul Halim, 1988:5).

b.Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual (Mulyadi, 1995:14).

c. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung dan biaya overhead pabrik (Amin Widjaya Tunggal, 1993:1)

 

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya produksi adalah biaya-biaya yang digunakan dalam proses produksi meliputi biaya  bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jenis biaya lain.

 

Jenis-jenis Biaya Produksi

Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Biaya produksi digolongkan dalam tiga jenis yang juga merupakan elemen-elemen utama dari biaya produksi, meliputi :

 

1.    Biaya bahan baku (direct material Cost)

Merupakan bahan secara langsung digunakan dalam produksi untuk mewujudkan suatu macam produk jadi yang siap untuk dipasarkan.

 

2.    Biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost)

Merupakan biaya-biaya bagi para tenaga kerja langsung ditempatkan dan didayagunakan dalam menangani kegiatan-kegiatan proses produk jadi secara langsung diterjunkan dalam kegiatan produksi menangani segala peralatan produksi dan usaha itu dapat terwujud.

 

3.    Biaya overhead pabrik (factory overhead cost)

Umumnya didefinisikan sebagai bahan tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung dan biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah didefinisikan atau dibebankan pada suatu pekerjaan.

Elemen-elemen dari biaya Overhead Pabrik yaitu :

1.        Biaya bahan penolong

2.        Biaya tenaga kerja tidak langsung

3.        Biaya depresiasi dan amortisasi aktiva tetap

4.        Biaya reparasi dan pemeliharaan mesin

5.        Biaya listrik dan air pabrik

6.        Biaya asuransi pabrik

7.        Operasi lain-lain

Proses Produksi

Pengumpulan harga produksi sangat ditentukan berdasarkan proses produksinya. Proses produksi dibagi menjadi 2 macam:

1. Produksi atas dasar pesanan

Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melaksanakan pengolahan produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar. Perusahaan ini mengumpulkan biaya produksi dengan menggunakan harga pokok pesanan (Job order cost methode)

2. Produksi masa

Perusahaan yang berproduksi berdasarkan produksi massa melaksanakan pengolahan produknya untuk memenuhi persediaan di gudang yang umumnya produknya berupa standar.

Perusahaan ini mengumpulkan biaya produksinya dengan menggunakan metode harga pokok proses (Process cost methode). Dalam metode, biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk periode tertentu dan harga pokok produk persatuan produk yang dihasilkan dalam periode tersebut, dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode yang bersangkutan.


 Jawablah pertanyaan dibawah ini dikolom komentar

1. Tuliskan siapa saja pelaku ekonomi ?

2. Apa yang anda pahami mengenai: 

a. Model kegiatan ekonomi sederhana (dua sektor)

b. Model dengan campur tangan pemerintah (tiga sektor)

c. Model kegiatan ekonomi terbuka (empat sektor)


Happy Nice day

Kamis, 27 Agustus 2020

KD 3.2 Kelangkaan (hubungan antara sumber daya dengan kebutuhan manusia)

KD 3.2 Kelangkaan (Hubungan Antara Sumber Daya Dengan Kebutuhan Manusia)

SMK IPTEK JAKARTA &  SMA SAPTA KHARISMA 

Oleh: Yati Octavia S.Pd

 

A.    Pengertian kelangkaan (scarcity) dalam ilmu ekonomi 

Bentuk kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dengan jumlah kebutuhan hidup manusia yang tidak terbatas. Timbulnya kelangkaan umumnya lantaran kebutuhan manusia yang terus bertambah. Akibatnya, sumber daya yang ada tidak lagi cukup untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Dalam keadaan seperti ini, manusia pada umumnya akan terdorong untuk melakukan pilihan di antara berbagai alternatif yang dianggap paling menguntungkan baginya. Kelangkaan ini memang jadi suatu hal yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Sebab, kelangkaan hampir pasti bisa ditemukan di berbagai aspek kehidupan. Karenaya, sudah selayaknya jika manusia mampu bersikap bijak dan rasional dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi sehingga masalah kelangkaan ini bisa diatasi atau dihadapi dengan jalan yang terbaik.

 

B.       Faktor Penyebab Kelangkaan

              Masalah kelangkaan sepertinya memang menjadi masalah yang tidak bisa dihindari di dalam masyarakat. Seringkali, ada sumber daya yang mengalami kelangkaan sehingga menimbulkan beragam masalah. Lantas, apa kiranya yang menjadi faktor penyebab kelangkaan yang timbul dalam kehidupan masyarakat ini?

 

Kelangkaan sumber daya ini pada dasarnya bisa dialami oleh setiap orang, bangsa dan negara. Meski kondisi masing -masingnya berbeda – beda, namun pokok permasalahan ekonominya pada dasarnya bisa dianggap sama. Yakni, adalah mengenai cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya yang beragam, sementara manusia juga dihadapkan dengan ketersediaan alat pemenuh kebutuhan yang terbatas. Akibatnya, masalah kelangkaan pun tidak bisa dihindari. Jika diamati, ada beberapa faktor penyebab kelangkaan yang paling umum terjadi. Faktor penyebab kelangkaan ini meliptui :

 

1.   1.  Keterbatasan Sumber Daya Alam

                Lingkungan alam menjadi salah satu sumber daya yang melimpah yang mampu menyediakan kebutuhan manusia. Meski berlimpah, sumber daya alam ini ada yang merupakan sumber daya yang dapat diperbarui dan ada juga yang tidak dapat diperbarui.

                Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui inilah yang jumlahnya sangat terbatas sehingga penggunaannya harus benar –benar dikontrol. Akan tetapi, jumlah sumber daya alam secara keseluruhan dapat semakin berkurang akibat sifat manusia yang serakah dan eksploitatif. Alhasil, sumber daya alam, baik yang dapat diperbarui dan yang tidak dapat diperbarui pun bisa mengalami kelangkaan.

 

2.  2.   Perbedaan Letak Geografis

            Letak geografis yang berbeda –beda dapat menyebabkan persebaran sumber daya menjadi tidak merata. Akibatnya, ada wilayah yang memiliki tanah subur dan kaya akan barang tambang,  namun ada pula wilayah yang tandus dan minim sumber daya alam, bahkan kekurangan air bersih.Akibat adanya perbedaan letak geografis inilah, maka dapat timbul kelangkaan sumber daya. Kelangkaan sumber daya karena letak geografis ini umumnya lebih sulit untuk dihindari.

 

3.    3. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Penduduk

            Thomas Robert Malthus, seorang pakar demografi dan ekonomi politik dari Inggris, menyatakan bahwa laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada laju pertumbuhan produksi. Masalahnya, laju pertambahan jumlah penduduk yang cepat ini pada kenyataannya tidak diikuti dengan hasil produksi. Akibatnya, hasil produksi yang ada pun tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang beragam dan semakin bertambah.

 

4.   4. Rendahnya Kemampuan Produksi

           Ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan hidup manusia bisa terpenuhi ketika terdapat orang atau badan yang melakukan produksi. Sebab, kemampuan produksi ini berpengaruh secara langsung terhadap ketersediaan barang dan jasa sebagai alat pemenuhan kebutuhan.

Namun sayang, kemampuan produksi yang terbatas dapat mengakibatkan rendahnya kapasitas produksi ini. Rendahnya kapasitas produksi ini pun disebabkan oleh rendahnya kemampuan sumber daya manusia yang digunakan dalam proses produksi.

 

5.    5. Perkembangan Teknologi yang Lambat

        Teknologi juga menjadi faktor penentu dalam upaya manusia memenuhi kebutuhan hidup. Namun, tekonologi yang digunakan produsen dalam proses produksi ini sering tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Produsen membutuhkan waktu yang relatif panjang guna menerapkan teknologi produksi yang baru.

         Padahal, kebutuhan hidup manusia terus mengalami perkembangan, baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Lambatnya perkembangan dan penerapan teknologi inilah yang kemudian menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia atau menyebabkan kelangkaan.

 

6.   6. Terjadinya Bencana Alam

        Bencana alam juga menjadi salah satu faktor alam yang dapat mempengaruhi pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Adanya bencana alam secara langsung dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Akibatnya, kelangsungan hidup manusia pun ikut terpengaruh.

        Sebagai contoh, bencana alam banjir dapat menghambat kelancaran distribusi barang dan jasa. Keterlambatan ini yang kemudian menyebabkan masyarakat tidak dapat segera mengonsumsi barang dan jasa sehingga menimbulkan kelangkaan.

 

C.     Kelangkaan sumber daya yaitu sebagai berikut :

1.   Kelangkaan sumber daya alam. Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang terdapat di alam. Contohnya hutan, air dll.

1. Kelangkaan sumber daya manusia. Orang yang pandai dan memiliki modal saat ini masih langka.

2. Kelangkaan sumber daya modal. Sumber daya modal ini dapat berupa uang dan barang yang digunakan untuk kegiatan produksi. Saat ini masih kekurangan modal di Indonesia.

3. Kelangkaan sumber daya pengusaha. Pengusaha merupakan orang yang dapat mengelola sumber daya lain untuk menghasilkan barang atau jasa.


Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan format nama+ kelas + jawaban 

1. Tuliskan 10 masalah kelangkaan dan penyebabnya 

2. Bagaimana mengatasi kelangkaan tersebut 





 

 

 

Senin, 20 Juli 2020

KD 3.2 MASALAH EKONOMI DALAM SISTEM EKONOMI KELAS 10

3.2 MASALAH EKONOMI DALAM SISTEM EKONOMI
SMA SAPTA KHARISMA
Oleh Yati Octavia, S.Pd


A.  KOMPETENSI DASAR
3.1. Mengevaluasi masalah– masalah ekonomi
4.1 menyajikan solusi terhadap masalah ekonomi dilingkungannya
     B. INDIKATOR PENCAPAIAN
3.2.1. Menjelaskan masalah– masalah ekonomi
3.2.2. Menentukan masalah– masalah ekonomi
3.2.3. Mengevaluasi masalah– masalah ekonomi
4.2.1  Melakukan identifikasi masalah ekonomi di lingkungannya
4.2.2  memberikan solusi terhadap masalah ekonomi dilingkungannya

  A.  Pengertian Masalah Ekonomi
Masalah ekonomi yaitu terbatasnya sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia yang bermacam-macam dan tidak terbatas. Adanya kebutuhan yang semakin rumit dalam masyarakat menimbulkan ketergantungan sosial yang tinggi.
Akhirnya, yang terjadi ialah muncul dampak negatif perubahan sosial yang lama-lama berubah jadi fenomena sosial yang buruk. Nah, ada 2 jenis masalah ekonomi nih,Ada masalah ekonomi klasik dan masalah ekonomi modern.

1.   Masalah Ekonomi Modern

Permasalahan ekonomi modern berfokus pada what (apa), how (bagaimana)dan for whom (untuk siapa).
      1)    Barang apa yang diproduksi dan berapa banyak? (What)
              Tentu saja manusia tidak mungkin memproduksi semua barang yang dibutuhkan. Kenapa? Karena adanya keterbatasan sumber daya yang disediakan oleh alam kita. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, manusia harus pandai dalam membuat prioritas barang apa saja yang akan diproduksi dan berapa jumlah yang sesuai.

     2)    Bagaimana cara memproduksi? (How)
               Dalam proses produksi, pemilihan cara dan teknologi yang dipakai sangatlah penting. Pertimbangan teknologi modern atau padat modal maupun teknologi manual atau padat karya tentu harus melalui proses penghitungan yang detail. Hal ini agar di kemudian hari tidak ditemukan banyak kerugian seperti ketidakefektifan maupun pemborosan.

     3)    Untuk siapa barang diproduksi? (For Whom)
                    Sebenarnya hal ini sama seperti masalah ekonomi klasik: distribusi. Masalah ekonomi yang satu ini menyangkut pasar mana yang dibidik, didasarkan pada penghasilan, daerah, gender, atau sisi usia.

Dari ketiga masalah pokok dalam ekonomi modern tersebut dapat dirangkum menjadi satu masalah inti yang disebut inti masalah ekonomi. Adapun masalah inti dalam ekonomi modern adalah bagaimana cara memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang serba terbatas. Dalam upaya memecahkan masalah-masalah tersebut, kita dapat melakukan berbagai cara, antara lain: menyesuaikan kebiasaan/tradisi; insting; dan komando (paksaan/perintah).
Sementara itu bagi masyarakat modern, pemecahan masalah mengandalkan mekanisme harga di pasar, yang merupakan proses yang berjalan atas dasar daya tarik-menarik antara konsumen dengan produsen yang bertemu di pasar. Di pasar tradisional, mekanisme harga terbentuk karena pihak penjual dan pembeli secara bersama menentukan harga. Gerak harga yang muncul di pasar akan dapat memecahkan ketiga masalah pokok ekonomi di masyarakat, dengan jalan sebagai berikut:
1. Masalah What
Permintaan konsumen (masyarakat) menjadi penentu utama yang mempengaruhi seberapa banyak barang yang akan diproduksi. Jika jumlah permintaan konsumen meningkat, maka dengan sendirinya harga akan cenderung naik dan membuat produsen memperoleh keuntungan lebih. Hal ini akan mempengaruhi keputusan untuk memperbesar kuota produksinya. Sebaliknya jika permintaan masyarakat menurun, maka harga akan cenderung ikut turun, dan berdampak pada keuntungannnya, sehingga pihak produsen akan mengurangi kuota produksinya.
2. Masalah How
Gerak harga faktor produksi menentukan kombinasi yang digunakan produsen dalam proses produksinya. Gerak harga faktor-faktor produksi tersebut akan menjadi penentu bagaimana sumber-sumber ekonomi (faktor-faktor produksi) yang tersedia harus dipergunakan untuk memproduksi barang-barang. Bila harga faktor produksi naik, maka produsen akan menghemat penggunaan faktor produksi tersebut dan menggunakan faktor produksi yang lain.
3. Masalah for Whom
Gerak harga barang dan harga faktor produksi akan menentukan distribusi barang yang dihasilkan. Untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi, sangat dipengaruhi oleh distribusi barang/jasa tersebut. Barang atau jasa hasil produksi dijual kepada konsumen, dimana konsumen membayar harga barang tersebut dari penghasilannya atas penggunaan faktor-faktor produksi.
     2.    Masalah Ekonomi Klasik
Nah, sebelum masalah ekonomi modern muncul, sekitar tahun 1870-an, banyak para ahli yang mencetuskan teori ekonomi klasik yang dipelopori oleh Adam Smith karena kondisi saat itu. Masalah ekonomi klasik mencakup proses produksi, distribusi, dan konsumsi.
1)    Proses produksi
Dalam masalah ekonomi klasik, proses produksi jadi salah satu hal yang penting. Proses ini berkaitan dengan pembuatan barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen. Adanya masalah ekonomi dalam proses produksi ialah tentang jumlah barang yang tersedia dan besarnya kebutuhan masyarakat.

2)    Distribusi
Selanjutnya, masalah ekonomi klasik kedua ialah distribusi atau penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Pada realitanya, barang atau jasa yang makin langka dan makin dibutuhkan masyarakat, harganya pun akan semakin tinggi. Sehingga terkadang para distributor melakukan hal ini guna mengontrol dan mengatur kebijakan agar mendapatkan untung sebanyak-banyaknya.


3)    Konsumsi
Masalah yang terakhir berkaitan dengan konsumsi. Dalam hakikatnya, masyarakat memiliki peran penting dalam proses konsumsi meskipun tidak melulu barang atau jasa dikonsumsi oleh masyarakat.
Maka, apa yang dilakukan konsumen menjadi tolok ukur dalam jumlah barang atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan. Masalah muncul ketika perusahaan tidak bisa memahami apa atau seberapa banyak jumlah yang akan diproduksi seterusnya.
Pokok masalah ekonomi ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi. Dalam pokok masalah ekonomi klasik, adalah dilihat dari sudut pandang sederhana. Pada dasarrnya pemikiran ini bertujuan pada satu hal, yaitu kemakmuran. Pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan apapun yang dianggap perlu agar kemakmuran dapat dicapai. Dalam teori ekonomi klasik, masalah pokoknya terdiri dari tiga, yakni aspek produksi, distibusi, dan konsumsi.
Sementara itu, pokok permasalahan ekonomi modern terangkum dalam dua kata kunci, yakni kelangkaan dan pilihan. Yang pertama menjadi penyebab yang kedua sehingga muncul empat pertanyaan mendasar mencakup what, how, who, dan for whom. Walaupun setiap kelompok masyarakat atau negara menghadapi pertanyaan yang sama, namun cara mengatasinya bisa berbeda-beda. Perbedaan cara inilah yang memunculkan sejumlah sistem ekonomi.
     B.   Masalah Ekonomi di Indonesia
Berikut ini 8 permasalahan ekonomi di Indonesia yang harus diperhatikan oleh Pemerintah:
            1.    Pentingnya memperbaiki kuantitas dan kualitas pertumbuhan ekonomi.
2.    Daya beli stagnan di tengah inflasi yang cenderung rendah.
3.    Kalah dalam bersaing.
4.    Dilema pertumbuhan ekonomi vs impor.
5.    Logistik menghambat berkembangnya perdagangan.
6.    Euforia dan ketidaksiapan rakyat Indonesia dengan revolusi 4.0.
7.    Kinerja pajak rendah dan rasio utang yang meningkat.
8.    Dana desa yang bermasalah. 

Jawablah Pertanyaan dibawah ini dengan menuliskan Naama Lengkap Kelas dan Jawaban
1. Tuliskan pengertian masalah Ekonomi...
2. Tuliskan contoh masalah ekonomi klasik...
3. Tuliskan contoh masalah ekonomi modern...

THANKYOU HAPPY NICE DAY




BAB 1 PENGANTAR ILMU EKONOMI

PENGANTAR ILMU EKONOMI KELAS 10 KURIKULUM MERDEKA SMA SAPTA KHARISMA 1. Pengertian Ilmu Ekonomi Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani, yak...